Senin, 27 Juli 2020

Soal Pilihan Ganda – Materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah swt – Materi PAI Kelas 8 semester 1

Soal Latihan PAI Materi Iman Kepada Kitab-Kitab Allah swt


I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang benar!

1. Kumpulan wahyu Allah Swt yang diturunkan kepada para Rasul-Nya melalui Malaikat Jibril yang menjadi pedoman hidup bagi umatnya adalah pengertian ....
a. kitab  
b. rasul  
c. iman
d. Islam
e. Al-Qur'an
2. Di bawah ini yang tidak termasuk kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul Allah Swt adalah…
a. Taurat  
b. Zabur 
c. Injil 
d. Suhuf
e. Al-Qur'an

3. Lembaran-lembaran yang khusus diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa dinamakan....
a. Taurat 
b. Zabur 
c. Injil 
d. Al-Qur'an
e. Suhuf
4. Pada pokoknya isi kitab-kitab tersebut satu sama lain memiliki kesamaan, yaitu ….
a. ibadah d. syariah
b. kandungan e. muamalah
c. tauhid

5. Setiap muslim wajib untuk meningkatkan pengetahuan dengan cara giat membaca. Hal ini tercantum dalam Firman Allah Swt ...
a. Qs. Al-Alaq ayat 1 – 5 d. Qs. Al-Bayinah ayat 1 - 4
b. Qs. Al-‘Ala ayat 18-19 e. Qs. Al-Baqarah ayat 1 - 5
c. Qs. Al-Ikhlas 1 – 4

6. Contoh nyata perilaku orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah Swt adalah ...
a. Rajin membaca buku dan meraih pengetahuan
b. Bekerja keras
c. Mau bekerjasama
d. Berjiwa dermawan
e. Memiliki cita-cita yang  luhur

7. Tugas utama manusia diciptakan oleh Allah Swt. menurut SurahAz-Zariyat: 56 adalah ....
a. berbakti kepada orang tua
b. membina rumah tangga
c. berjihad di jalan Allah Swt
d. menyembah kepada Allah swt
e. untuk kesejahteraan manusia.

8. Bentuk ibadah yang merupakan kontak secara langsung kepada Allah Swt misalnya salat, zakat, atau haji disebut ibadah ....
a. Hakiki  d. Goiru mahdah
b. Muamalah  e. Mahdah
c. Munajat

9. Beriman kepada Kitab-kitab Allah Swt, merupakan rukun iman yang ke ...
a. pertama d. keempat
b. kedua e. kelima
c. ketiga

10. Dalam QS An Nisa: 136 disebutkan bahwa banyak manusia yang lupa terhadap dirinya sendiri, bahan tidak sedikit orang yang mengingkari asal kejadiannya sehingga akhirnya menjadi sombong dan ingkar padahal mereka berasal dari
a. Adam dan Hawa  d. Setetes air susu ibu
b. Setetes air yang hina  e. Saripati makanan
c. Kedua orang tuanya

11. Allah menciptakan manusia dari suku bangsa yang berbeda-beda sebagaimana dalam QS al Hujurat: 13 dengan tujuan supaya ….
a. Saling mengenal  d. Bisa bekerja sama
b. Saling berdamai          e. Tolong menolong dalam segala hal
c. Membentuk kelompok masyarakat

12. Bentuk kerja sama dalam pergaulan disebut ….
a. Akidah  d. Ibadah
b. Syari’ah  e. Muamalah
c. Akhlak

13. Alam dan sekitarnya diperuntukkan untuk kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, manusia berkewajiban ….
a. Memegang amanah
b. Menjadi khalifah yang baik
c. Melangsungkan tugasnya
d. Hidup berdampingan dengan makhluk lain
e. Menjaga kelestarian alam dari kerusakan

14. Kitab suci yang merupakan penyempurna dari kitab-kitab suci yang lainnya, yaitu ...
a. Al-Muwatha d. Ar-Risalah
b. Al-Qur’an e. Sahifah Musa dan Ibrahim
c. Taurat

15. Berikut adalah kitab-kitab Allah Swt sebelum Al-Qur’an yang harus diimani, kecuali ...
a. Zabur d. Ar-Risalah
b. Injil e. Sahifah Musa dan Ibrahim
c. Taurat

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat!
1. Apa yang dimaksud dengan beriman kepada kitab-kitab Allah?
2. Jelaskan kedudukan kitab-kitab Allah swt.!
3. Tuliskan ayat yang mengandung makna bahwa Allah Swt  menurutkan kitab dalam bentuk lembaran-lembaran kitab suci (suhuf)  kepada nabi Musa as dan Nabi Ibrahim as.!
4. Jelaskan dalil aqli yang menyatakan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci yang terakhir?
5. Jelaskan bagaimana sikap seorang muslim terhadap kitab suci selain AlQur’an?
6. Sebutkan salah perintah dari Sepuluh Perintah Tuhan pada ajaran Taurat?
7. Apa manfaat iman kepada kitab-kitab Allah Swt?
8. Jelaskan dampak buruk dari sikap tidak beriman kepada kitab-kitab Allah Swt!
9. Bagaimana sikap seorang muslim terhadap tafsir Al-Qur’an karya para ulama, apakah harus disetarakan dengan cara  beriman kepada kitab suci Al-Qur’an itu sendiri?
10. Kemukakan tiga hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah Swt!
 

Yuk beriman kepada kitab kitab Allah

Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah
Sebagai seorang muslim, maka perwujudan keimanannya kepada kitab-kitab Allah, harus ditunjukkan dalam bentuk hidupnya berpegang teguh pada wahyu Allah tersebut.

Bagikan:
Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga.

Rukun Iman yang ketiga adalah beriman kepada Kitab-kitab Allah. Kitab-kitab Allah merupakan bagian dari petunjuk Allah bagi kehidupan manusia agar tidak tersesat. Setiap muslim harus mengimani adanya kitab-kitab Allah. Di antara kitab-kitan Allah tersebut antara lain: Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran.

Kesemua kitab suci tersebut memuat ajaran prinsip yang sama tentang ke-Esa-An Allah (Tauhid) dan berfungsi sebagai pedoman hidup atau petunjuk (hudan) bagi umat manusia. Firman Allah SWT : “Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(QS. Al-Baqarah, 2: 4).

Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Quran yang diturunkan kepada para rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada malaikat Jibril AS, kemudian Jibril menyampaikannya kepada rasul.

Firman Allah SWT : “Dan kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang Telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang Telah kamu perselisihkan itu. (QS. Al-Maidah, 5: 48).

Al-Quran merupakan kitab suci wahyu Allah yang diturunkan paling akhir, sekaligus sebagai penutup wahyu. Karena itu, Al-Quran adalah kitab suci yang paling sempurna. Di antara fungsi Al-Quran yang paling penting adalah sebagai berikut:

Sebagai nasikh
yaitu bahwa semua kitab suci terdahulu dinyatakan tidak berlaku setelah turunnya Al-Quran. Satu-satunya kitab suci yang wajib diimani dan diikuti serta dilaksanakan petunjuk-petunjuknya adalah Al-Quran.
Sebagai muhaimin
artinya Al-Quran yang menjadi korektor terhadap perubahan-perubahan (pemalsuan dan pengubahan) yang terjadi pada kitab-kitab sebelumnya. Dengan demikian, hanya Al-Quranlah yang layak dijadikan pedoman hidup.
Sebagai mushaddiq
artinya Al-Quran menguatkan kebenaran-kebenaran yang masih terdapat pada kitab-kitab sebelumnya.
Beberapa keistimewaan Al-Quran adalah sebagai berikut:

1. Berlaku bagi seluruh umat manusia

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا.

“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam”. (QS. Al-Furqan, 25: 1).

2. Ajaran-ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan (asy-syumul)

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ.

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. (QS. Al-An’am, 6 : 38).

3. Mendapat jaminan pemeliharaan dari Allah dari segala perubahan atau pemalsuan.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS. Al-Hijr, 15: 9).

4. Mudah dipahami, dihafal dan diamalkan

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (17)

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar, 54 :17).

5. Sebagai mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW.

Sebagai seorang muslim, maka perwujudan keimanannya kepada kitab-kitab Allah, harus ditunjukkan dalam bentuk hidupnya berpegang teguh pada wahyu Allah tersebut. Sebab di dalamnya, terdapat petunjuk-petunjuk hidup tentang kebenaran, keadilan, hidup bermasyarakat, berkeluarga, etika bergaul, berpolitik, berdagang, mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagainya. Orang yang hidup tidak berpedoman kepada kitab suci Allah SWT niscaya hidupnya akan tersesat.

Iman kepada kitab-kitab Allah swt

Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah
Sebagai seorang muslim, maka perwujudan keimanannya kepada kitab-kitab Allah, harus ditunjukkan dalam bentuk hidupnya berpegang teguh pada wahyu Allah tersebut.

Ali Syahbana
Guru Pendidikan
Agama

Rukun Iman yang ketiga adalah beriman kepada Kitab-kitab Allah. Kitab-kitab Allah merupakan bagian dari petunjuk Allah bagi kehidupan manusia agar tidak tersesat. Setiap muslim harus mengimani adanya kitab-kitab Allah. Di antara kitab-kitan Allah tersebut antara lain: Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran.

Kesemua kitab suci tersebut memuat ajaran prinsip yang sama tentang ke-Esa-An Allah (Tauhid) dan berfungsi sebagai pedoman hidup atau petunjuk (hudan) bagi umat manusia. Firman Allah SWT : “Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(QS. Al-Baqarah, 2: 4).

Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Quran yang diturunkan kepada para rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada malaikat Jibril AS, kemudian Jibril menyampaikannya kepada rasul.

Firman Allah SWT : “Dan kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang Telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang Telah kamu perselisihkan itu. (QS. Al-Maidah, 5: 48).

Al-Quran merupakan kitab suci wahyu Allah yang diturunkan paling akhir, sekaligus sebagai penutup wahyu. Karena itu, Al-Quran adalah kitab suci yang paling sempurna. Di antara fungsi Al-Quran yang paling penting adalah sebagai berikut:

Sebagai nasikh
yaitu bahwa semua kitab suci terdahulu dinyatakan tidak berlaku setelah turunnya Al-Quran. Satu-satunya kitab suci yang wajib diimani dan diikuti serta dilaksanakan petunjuk-petunjuknya adalah Al-Quran.
Sebagai muhaimin
artinya Al-Quran yang menjadi korektor terhadap perubahan-perubahan (pemalsuan dan pengubahan) yang terjadi pada kitab-kitab sebelumnya. Dengan demikian, hanya Al-Quranlah yang layak dijadikan pedoman hidup.
Sebagai mushaddiq
artinya Al-Quran menguatkan kebenaran-kebenaran yang masih terdapat pada kitab-kitab sebelumnya.
Beberapa keistimewaan Al-Quran adalah sebagai berikut:

1. Berlaku bagi seluruh umat manusia

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا.

“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam”. (QS. Al-Furqan, 25: 1).

2. Ajaran-ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan (asy-syumul)

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ.

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. (QS. Al-An’am, 6 : 38).

3. Mendapat jaminan pemeliharaan dari Allah dari segala perubahan atau pemalsuan.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS. Al-Hijr, 15: 9).

4. Mudah dipahami, dihafal dan diamalkan

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (17)

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar, 54 :17).

5. Sebagai mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW.

Sebagai seorang muslim, maka perwujudan keimanannya kepada kitab-kitab Allah, harus ditunjukkan dalam bentuk hidupnya berpegang teguh pada wahyu Allah tersebut. Sebab di dalamnya, terdapat petunjuk-petunjuk hidup tentang kebenaran, keadilan, hidup bermasyarakat, berkeluarga, etika bergaul, berpolitik, berdagang, mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagainya. Orang yang hidup tidak berpedoman kepada kitab suci Allah SWT niscaya hidupnya akan tersesat.